? SOSIALISASI KURIKULUM BERBASIS CINTA di MIN 1 Kubu Raya: dengan Tema “ Membangun Generasi Pembelajar yang penuh kasih,empati, dan Tanggung jawab”
Kubu Raya, 09 September 2025 — MIN 1 Kubu Raya menggelar kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan akhlak mulia dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung di aula madrasah dengan dihadiri oleh berbagai pihak penting dalam dunia pendidikan madrasah.
Acara ini diawali dengan sambutan Kepala MIN 1 Kubu Raya, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan prestasi akademik tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita membentuk manusia yang utuh,yang cerdas,berakhlak mulia dan memiliki hati yang penuh cinta, juga pada penguatan karakter dan spiritualitas siswa melalui pendekatan berbasis cinta.Kepala MIN 1 Kubu Raya Su’eb, S.Pd.I mengajak seluruh guru dan peserta sosialisasi Kurikulum berbasis cinta ini untuk menyambut dengan penuh semangat, diakhir sambutannya, mari kita ubah paradigma dari sekedar mengajar, menjadi mendidik dengan hati,Karena ketika cinta menjadi dasar dalam proses pendidikan maka insyaallah ilmu akan lebih mudah diterima, karakter lebih kuat di bentuk dan Suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya yang di wakili H.Sumargi, S.Ag, S.Pd, M.Pd:
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka kegiatan sosialisasi tersebut dan dukungan Kantor Kementerian Agama Kubu Raya terhadap pengembangan kurikulum yang lebih humanis dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman. Pendidikan di madrasah tidak hanya bertujuan mencerdaskan anak-anak kita secara intelektual, tetapi juga membentuk kepribadian mereka agar tumbuh menjadi insan yang beriman, berakhlak, dan penuh kasih sayang. Maka, Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah sebuah pendekatan yang sangat relevan dengan nilai-nilai keislaman dan kebutuhan zaman.
Cinta dalam pendidikan bukan sekadar perasaan, tetapi merupakan komitmen moral dan spiritual. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada ilmu, cinta kepada sesama, dan cinta kepada lingkungan — semuanya harus tertanam dalam proses belajar-mengajar. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembina hati dan teladan bagi murid-muridnya.
Melalui kurikulum ini, saya berharap:
- Guru dapat menjadi fasilitator yang penuh kasih dan sabar dalam membimbing siswa,
- Suasana kelas menjadi lebih harmonis, dialogis, dan membangun,
- Nilai-nilai karakter dan spiritual dapat terinternalisasi secara lebih efektif dalam diri peserta didik.
Kami dari Kementerian Agama, khususnya Seksi Pendidikan Islam, mendukung penuh pengembangan kurikulum yang tidak hanya mendorong pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan akhlak mulia.
Mari bersama-sama kita wujudkan madrasah yang benar-benar menjadi “madrasah hebat bermartabat”, bukan hanya dalam slogan, tetapi dalam praktik pendidikan yang memanusiakan manusia.
Akhir kata, semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan menjadi titik awal penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Kubu Raya dan madrasah-madrasah lainnya.
- Pengawas Madrasah, yang turut memberikan pandangan strategis terkait implementasi kurikulum ini di satuan pendidikan madrasah.
Sebagai pemateri utama, Bapak Tugino, S.Pd.I, memaparkan secara rinci mengenai konsep Kurikulum Berbasis Cinta, termasuk prinsip-prinsip dasar, langkah implementasi, dan contoh konkret penerapan di kelas. Menurut beliau, kurikulum ini berangkat dari kebutuhan untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif, hangat, dan membentuk siswa menjadi pribadi yang utuh — cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual.
Para guru peserta sosialisasi tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan semangat perubahan menuju pendidikan madrasah yang lebih berkarakter.
Dengan kegiatan ini, MIN 1 Kubu Raya menegaskan komitmennya sebagai madrasah pelopor dalam menghadirkan pendidikan yang ramah anak, berlandaskan cinta, dan membawa misi rahmatan lil ‘alamin.